Adegan Film Yang Disesali Para Aktor dan Aktris

No Comments
Akting adalah profesi yang membutuhkan banyak skill dan kemauan untuk menguji batas. Dalam memerankan sebuah karakter, kadang suatu hal dilakukan tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu oleh aktor itu sendiri, tetapi harus dimainkan secara alami. Seringkali, keberanian ini terbayar dengan pujian setinggi langit atau bahkan menjadi sejarah didunia perfilman. Namun terkadang, hal itu justru menjadi mimpi buruk bagi siapapun yang terlibat.


  • Berikut adalah beberapa contoh menyakitkan dari kemungkinan kedua tadi:


1) Kate Winslet berharap orang-orang berhenti meminta dirinya untuk menandatangani foto bugilnya.


Titanic adalah drama romantis yang sangat sukses tentang tenggelamnya sebuah kapal raksasa. Film ini penuh dengan momen tak terlupakan, termasuk satu adegan dimana karakter Rose (Kate Winslet) meminta Jack (Leonardo DiCaprio) untuk menggambar tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Ini adalah momen penuh gairah yang merupakan bentuk perlawanan karakternya terhadap ketidak setujuan tunangannya serta ibunya atas dirinya sendiri untuk bersama pria yang telah membuatnya jatuh cinta. Namun hingga sekarang, masih ada penggemar obsesif yang meminta dirinya untuk menanda tangani foto bugilnya, dan dia sangat ingin hal tersebut berhenti.

"Saya tidak akan menandatangani gambar itu", ujarnya kepada Yahoo! News. "Rasanya sangat tidak nyaman. Untuk apa Anda melakukan itu?" Winslet kini berusia 41 tahun, seorang ibu dari 3 anak yang bahagia dan aktris pemenang banyak penghargaan. Dia sangat bingung kenapa masih ada anggota tertentu dari fanbase-nya yang begitu terobsesi dengan satu gambar khusus yang sudah lebih dari dua dedade itu.

2) Taylor Lautner ingin orang-orang serius dengan aktingnya (dan berikan dia baju)


Taylor Lautner berperan sebagai karakter manusia serigala, Jacob, dalam serial Twilight. Transformasinya menjadi serigala selalu disertai dengan penanggalan baju, sehingga memberi kesempatan bagi penggemar serial itu untuk melihat tubuhnya yang bugar dan berotot. Bahkan terlalu banyak kesempatan dimana dia harus melepas bajunya hingga dia merasa tidak nyaman.

"Jika saya harus memilih, saya tidak akan pernah melepas bajuku lagi dalam sebuah film," Taylor menjelaskan, "tapi kurasa itu kurang realistis. Yang pasti saya tidak akan meminta untuk melakukannya."


Meksipun ia merasa bangga dengan upaya yang ia lakukan hingga bisa memamerkan tubuhnya di film, ia khawatir hal itu akan menghalangi orang-orang untuk menghargai pekerjaannya dalam memoles seni aktingnya. Dia tidak ingin dilihat hanya "dari tubuhnya", tetapi aktor yang kompeten dan memenuhi syarat untuk peran lainnya.

3) Eva Mendes menyesal mencium Johnny Depp...tetapi bukan karena alasan yang Anda pikir


Once Upon a Time in Mexico menjadi bagian akhir dari "Mexico Trilogy" arahan sutradara Robert Rodriguez dimana Johnny Depp berperan sebagai agen CIA Sheldon Sands dan Eva Mendes sebagai operator AFN kejam yang mengkhianatinya. Mereka akhirnya berciuman sebelum Mendes menembak mati Depp. Ini menjadi salah satu adegan yang epik.

Namun Mendes memiliki satu penyesalan tentang adegan itu. Tampaknya dia sudah lama memiliki crush terhadap Depp, dan berharap ciuman itu lebih lama. "Saya sangat terintimidasi olehnya," jelasnya.

4) Jennifer Lawrence hampir tidak ingat adegan seks dengan Chris Pratt dalam Passengers


Passengers adalah petualangan science fiction yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence dan Chris Pratt. Meskipun dibintangi oleh dua artis papan atas, film itu kurang berhasil di box office, sebagian besar karena plot twist krusial yang membuat film itu terkesan lebih gelap secara signifikan. Fakta bahwa plot krusial yang penting melibatkan pengabaian yang mengejutkan dan otonomi pribadi salah satu karakter tidak terbantu oleh Lawrence yang mengaku dirinya melakukan adegan seks dalam keadaan terlalu mabuk sehingga tidak mengingatnya.

Dia sangat gugup sebelum melakukan adegan tersebut karena itu akan menjadi pertama kalinya dia melakukan adegan seks dan juga merasa bersalah melakukannya dengan Pratt, yang sudah menikah. "Aku benar-benar mabuk," dia mengakui, "Tapi itu malah membuatku lebih cemas karena ak seperti 'Apa yang sudah kulakukan? Aku tidak tahu'...Dan itu menjadi pertama kalinya ak mencium seorang pria yang sudah menikah, dan rasa bersalah itu adalah yang terburuk."

5) Sharon Stone tidak menyangka adegan interogasi di Basic Instinct tanpa sensor



Dalam Basic Instinct, Sharon Stone berperan sebagai penulis/pembunuh Catherine Tramell. Karakternya ditampilkan dengan tipe campy klasik noir, yang dengan mudah dapat memanipulasi pria di sekitarnya. Elemen itu terangkat dalam sebuah adegan dimana dia diinterogasi oleh polisi, yang benar-benar dilucuti olehnya dengan tipuan dan kecerdasan - dan akhirnya hanya dengan penyilangan kaki yang sederhana, menyingkap kemaluannya. Ini adalah adegan dramatis yang sangat terkenal dan Stone tidak mengetahui bagaimana hasilnya sampai saat dia menontonnya untuk pertama kalinya.

Dia kemudian mengklaim bahwa dia disarankan oleh sutradara Paul Verhoeven di set untuk melepas celana dalamnya karena itu mengalihkan perhatian. Sang sutradara meyakinkan bahwa adegan itu akan menjadi semacam godaan yang menyenangkan dan tidak akan ada hal grafis yang terlihat. Nyatanya, justru sebaliknya, dan Stone begitu terkejut, pertama kali dia melihat film itu katanya dia langsung menampar Verhoeven.

6) Adegan BDSM dalam Fifty Shades of Grey menjadi mimpi buruk bagi semua yang terlibat didalamnya


Fifty Shades of Grey adalah produk ultimatum dari sesi fan fiksi Twilight yang lepas kendali, menjadi serangkaian noven dan film. Jamie Dornan menjadi Christian Grey yang sadis, dan Dakota Johnson memainkan Anastasia Steele, wanita yang tunduk pada minat dan dorongan seksnya. Sebagai pengganti dinamika romansa dan seks yang tradisional, banyak ketegangan erotis dimainkan dalam adegan perbudakan, dominasi, dan penyiksaan yang ternyata tidak terlalu menyenangkan untuk dilakukan.

Penyuntingan adegan seperti ini tidak bisa diambil sekali saja. Ini berarti Johnson menghabiskan waktu berjam-jam diikat, mata tertutup serta dipukul dengan cambuk. Seperti wawancaranya dengan Time, adegan tersebut "bukan lingkungan yang sensual atau menyenangkan. Sangat panas - bukan dalam arti beruap dan seksual. Hanya keringat dan sangat tidak nyaman". Dia kemudian merujuk pada pengalaman itu sebagai "beban emosional", tetapi berevolusi dari sengsara hingga berpikir "Oke, mari kita selesaikan ini".


JM Instagram


back to top