(Review) A Star is Born

No Comments
A Star Is Born berusaha keras untuk bisa menjadi film paling emosional di tahun 2018. Kisah ini sudah diceritakan beberapa kali sebelumnya - dan memberi pengaruh bagi romansa serupa lainnya - tetapi Cooper dan Gaga menemukan cara untuk membuat film ini terasa fresh dan baru dengan banyak alunan lagu yang indah.

PLOT: Seorang bintang rocker yang alkoholik (Bradley Cooper) jatuh cinta kepada seorang penyanyi muda (Lady Gaga), membukakan jalurnya di dunia bisnis. Tetapi, karir penyanyi muda itu langsung melejit menyalip karir sang rocker dan mulai menjadi ancaman baginya. 

REVIEW: Saat datang ke TIFF dengan mengetahui bahwa dalam banyak hal, A STAR IS BORN adalah film yang ditunggu-tunggu. Tampaknya tidak terduga bahwa film ini tidak akan sukses di box office dan menyapu bersih Oscars, karena mendapat banyak ulasan yang beragam dalam penayangan perdana di Venice dan Telluride, tetapi faktanya bahwa beberapa bulan lalu rumor dari mulut ke mulut tentang film ini sudah jauh melebihi ekspektasi. Meskipun film seperti ini kerap terlalu digembar-gemborkan, dapat menonton versi akhirnya saya senang untuk mengatakan bahwa Cooper, yang membintangi, menyutradarai, dan turut menulis naskah, berhasil membuat salah satu debut sutradara yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Menjadi versi keempat dari kisah ini, film Cooper sebetulnya cukup mirip dengan mega-hit tahun 70-an yang dibintangi Kris Kristofferson dan Barbra Streisand, yang berkisar di dunia bisnis musik dan melahirkan soundtrack yang berpotensi menjadi nilai jual. Cooper mengisi pemeran utama sebagai Jackson Maine, bintang rock yang sedang dalam masa terjun karirnya, mengidap penyakit tinnitus yang terus memburuk, dan memiliki kebiasaan alkohol yang tak terkontrol.



Dengan wajahnya yang memerah berkat kulit tambalan berwarna merah, dia terlihat mirip seperti seorang pecandu alkohol yang sebenarnya, meskipun six-pack yang sering diperlihatkannya terasa seperti konsesi ke Hollywood. Jackson adalah karakter yang menawan dan mungkin salah satu peran terbaiknya sejauh ini. Dan yang menjadi kejutan, dirinya juga memiliki suara yang cukup bagus.

Namun, penampilan yang akan membuat orang terkagum adalah Lady Gaga. Berperan sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu yang pemalu dan hanya bisa tampil lepas saat bernyanyi di sebuah kabaret, peran itu tampaknya sejalan dengan sang penyanyi itu sendiri, terutama ketika dia akhirnya berubah menjadi bintang pop berambut cerah. Rentan tetapi juga tangguh, peran itu cocok untuk sang bintang dan dia sungguh sempurna. Tak perlu diragukan - Lady Gaga kini adalah aktris full-time dan sangat berbakat.
Cooper juga merekrut pemeran pendukung yang sangat bagus, dimana Sam Elliot tampil sempurna sebagai abangnya yang jauh lebih tua, yang bekerja sebagai manajernya tetapi juga seseorang yang memiliki hubungan yang sangat kacau dengannya. Andrew "Dice" Clay juga mampu mencuri setiap adegan sebagai ayah Gaga yang baik hati, sementara Dave Chapelle memiliki beberapa momen bagus sebagai salah satu kawan Cooper.


Sesuatu yang sangat mencolok dalam A STAR IS BORN adalah sudut pandang sinisnya terhadap ketenaran, memperlihatkan fakta bahwa semakin terkenalnya karakter Ally yang diperankan Gaga, semakin buruk pula musiknya. Demikian pula, ada banyak adegan dimana orang meminta selfie bersama Jackson yang diperankan Cooper, sebuah tindakan yang digambarkan sebagai sesuatu yang sangat mengganggu. Film ini benar-benar tampak seperti karya seseorang yang memiliki konflik terhadap ketenarannya sendiri, tetapi itu yang justru membuat film ini lebih bermakna.



Berdurasi selama 135 menit, A STAR IS BORN adalah kisah dunia entertain yang cukup epik, namun tidak diragukan bahwa ini akan memuaskan semua penonton dan layak mendapat semua pujian yang didapatnya. Orang-orang juga pasti akan bertanya apakah film ini benar-benar sebagus apa yang orang bilang, dan terus terang film ini termasuk salah satu film yang memberikan perjalanan emosional yang mengesankan.


JM Instagram: @jokermovie.club


back to top